“Kutu busuk, satu lagi alasan untuk kita tidak pergi ke mana-mana, cukup di Indonesia saja,” kata Sandiaga dalan konferensi pers.
“Singapura yang terkenal persepsinya bersih saja ternyata terserang kutu busuk, hal ini tentu cukup berbahaya. Mari kita jaga-jaga agar tidak masuk ke Indonesia. Kita berwisata di Indonesia aja,” dia menambahkan.
Pengelola bandara, Angkasa Pura (AP) 1 dan 2 juga siaga. Kendati belum ada surat keputusan resmi tentang pencegahan dua masalah Singapura itu, Ap 1 dan 2 mengimbau karyawan dan penumpang menjaga kebersihan dan memakai masker.
“Secara khusus belum ada instruksi langsung, kami mengimbau penumpang menggunakan masker karena saat ini COVID-19, pneumonia, dan kutu busuk berkembang di Singapura. Kami juga kerja sama dengan KKP, bersama-sama dengan stakeholder terkait, dan pelabuhan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan. Jika diperlukan kami akan aktifkan lagi deteksi thermal,” kata Deni, corporate secretary PT Angkasa Pura II, dalam konferensi pers di Jakarta kemarin.







