Belum juga usai masalah kutu busuk, Singapura, yang pernah mendapatkan predikat negara terbersih di dunia pada 2021, juga harus menghadapi kenaikan kasus COVID-19, disebut-sebut imbas merebaknya varian Eris EG.5. Praktisi kesehatan menyoroti peningkatan penyakit infeksi saluran pernapasan akut memang biasa terjadi menjelang akhir tahun, termasuk penyakit COVID-19, influenza, dan flu biasa.
Melihat situasi itu, dokter mendesak masyarakat untuk melakukan vaksinasi COVID-19 dana senantiasa menggunakan masker. Sebab sebagaimana dilaporkan oleh banyak rumah sakit, kini jumlah pasien dengan penyakit infeksi saluran meningkat.
Mengacu pada data dari Kementerian Kesehatan Singapura (MOH), kini tercatat rata-rata kasus infeksi pernapasan mencapai 2.970 kasus per hari yang terlihat di 25 poliklinik di Singapura.
Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan kisaran jumlah kasus mencapai 3.000 hingga 3.500 per hari pada tahun-tahun sebelum pandemi. Namun diyakini, kondisi itu terjadi imbas rendahnya tingkat infeksi selama hampir tiga tahun terakhir, efek tindakan pencegahan COVID-19. Pada awal Desember 2020 dan 2021, poliklinik mencatat kurang dari 1.000 kasus infeksi pernapasan per hari.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyarankan langkah antisipasi menjelang musim libur Natal dan tahun baru. Dia mengimbau agar traveler tidak ke luar negeri.







