“Kami menyalurkan sedikitnya 8.000 liter air bersih kepada 20 rumah warga yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini adalah bentuk kepedulian Polri di tengah cuaca panas ekstrem yang melanda Natuna,” ujar Kapolres Natuna, AKBP Novyan Aries Efendie.
Penyaluran ini dipimpin langsung oleh jajaran Bhabinkamtibmas dan personel Satsamapta guna memastikan bantuan tepat sasaran dan menjaga ketertiban di tengah masyarakat.
Status Siaga ini bukan tanpa alasan. Karakteristik lahan Natuna yang didominasi semak belukar sangat rentan terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Angin kencang khas wilayah kepulauan dapat mempercepat perambatan api dalam hitungan menit jika terjadi kebakaran.
Selain itu, sumber air di pulau-pulau kecil diprediksi akan menyusut signifikan sebelum mencapai puncak kemarau di bulan Agustus.
Pemerintah daerah bersama BPBD dan aparat terkait mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi mandiri:
Hemat Air: Gunakan air hanya untuk kebutuhan pokok dan mulai menampung cadangan.
Stop Pembakaran Lahan: Dilarang keras membakar sampah atau membuka lahan dengan api di area terbuka.
Lapor Cepat: Segera melapor ke pihak berwajib atau BPBD jika menemukan titik api (hotspot).













