Namun sore itu mereka pulang dengan satu hal yang berbeda: harapan.
“Jika ada oknum yang mencatut profesi wartawan untuk kepentingan pribadi atau menebar tekanan, itu harus kita lawan bersama. Profesi wartawan adalah kehormatan, bukan tameng untuk bertindak semaunya,” kata Saibansyah.
Literasi media bukan sekadar pengetahuan. Ia kini menjadi benteng. Dan keberanian menjadi senjata paling utama. Kepala sekolah bukan lagi pihak yang diam. Kini mereka belajar untuk melawan dengan benar, bukan membalas dengan ketakutan.













