Misteri penyebab jarangnya armada masuk ke gang-gang warga mulai terkuak setelah beberapa warga mencoba mengklarifikasi langsung kepada sopir armada sampah. Jawaban yang didapat cukup mengejutkan.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa para petugas di lapangan merasa dilema. Mereka mengaku terikat target shift, namun terkendala operasional mendasar.
“Kalau dari sopirnya memang bilang kalau mereka punya target shift. Namun, untuk kembali lewat ke wilayah yang lokasi sampahnya belum terangkut, mereka terkendala BBM. Pekerja itu bilang jatah BBM untuk kembali tidak memungkinkan karena dipangkas,” ungkapnya.
Kondisi ini memicu sikap “ogah-ogahan” dari petugas di lapangan. Akibatnya, pengangkutan dilakukan secara tebang pilih. Jika satu gang sudah terangkut namun gang sebelahnya masih penuh, petugas seringkali memilih menunggu periode berikutnya karena jatah BBM yang terbatas.
“Ya mereka hanya menunaikan shift-nya itu saja. Kita tahu sampah lainnya masih belum diangkut, tapi mereka tunggu periode berikutnya. Susah juga nak cakap,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam terkait dugaan pemangkasan jatah BBM armada sampah yang berdampak langsung pada pelayanan masyarakat tersebut.













