Market

RUPST Telkom Tahun Buku 2024, Sahkan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi Perseroan

351
×

RUPST Telkom Tahun Buku 2024, Sahkan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi Perseroan

Share this article

Perseroan bagikan dividen sebesar Rp21 Triliun kepada para pemegang saham yang akan dibayarkan selambat-lambatnya pada 2 Juli 2025

(kiri ke kanan) SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom Ahmad Reza, Direktur Human Capital Management Telkom Henry Christiadi, Wakil Direktur Utama Telkom Muhammad Awaluddin, Direktur Wholesale & International Service Telkom Honesti Basyir, dan Direktur Network Telkom Nanang Hendarno pada saat sesi Press Conference RUPST Telkom Tahun Buku 2024, di Jakarta, pada Selasa (27/5).
banner 468x60

Tahun 2024 menjadi periode yang menantang bagi industri telekomunikasi global, ditandai dengan tekanan kondisi makroekonomi serta persaingan industri yang semakin ketat. Di tengah dinamika tersebut, Telkom menunjukkan kemampuan adaptasi yang solid dengan mencatatkan kinerja positif.

Perseroan berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp150,0 triliun atau tumbuh 0,5% dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA konsolidasi yang tetap terjaga di angka Rp75,0 triliun, dengan margin EBITDA stabil sebesar 50,0%, meskipun terdampak oleh implementasi program Pensiun Dini (Early Retirement Program/ERP) pada kuartal II 2024. Selain itu, Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp23,6 triliun dengan margin laba bersih pada 15,8%.

BACA JUGA:  Percepat Strategi AI North Star, Indosat Bagikan Dividen Rp3,5 Triliun dan Rombak Direksi

Telkom terus mengakselerasi langkah transformasi perusahaan melalui strategi Five Bold Moves (5BM) dan telah melewati berbagai milestone di sepanjang tahun 2024. Implementasi Fixed-Mobile Convergence (FMC) semakin menunjukkan hasil yang positif dan berhasil menyelesaikan integrasi One-Billing untuk mempermudah transaksi pelanggan.

InfraCo melalui PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) telah memperoleh dua lisensi utama, yaitu JARTAPLOK (Jaringan Tetap Lokal) dan JARTUP (Jaringan Tetap Tertutup) Terrestrial yang menjadi landasan bagi pengembangan kapabilitas layanan TIF.