Kini, perhatian penuh investor tertuju pada rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) AS yang akan keluar Jumat malam waktu setempat. Jika data ketenagakerjaan AS tersebut kembali menunjukkan hasil yang kuat, dolar AS berpotensi makin perkasa, dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah diprediksi masih akan berlanjut hingga pekan depan.
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah dan Data AS Jadi Pemicu







