EkonomiHot NewsZona Headline

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah dan Data AS Jadi Pemicu

65
×

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah dan Data AS Jadi Pemicu

Share this article
Ilustrasi.
banner 468x60

Dua Faktor Utama Pemicu Pelemahan Rupiah

Merosotnya nilai tukar rupiah hingga ke kisaran Rp18.000 dipicu oleh kombinasi panasnya geopolitik dunia dan rilis data ekonomi AS yang solid. Berikut rinciannya:

  1. Eskalasi Militer di Timur Tengah Memanas

Investor global kini memilih bermain aman (risk-off) dan beralih ke aset safe haven seperti dolar AS. Meskipun Washington sempat mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, situasi di lapangan justru kembali membara:

BACA JUGA:  Sengketa Lahan Sekolah Terintegrasi Merah Putih Rempang: Warga Bertahan, BP Batam Klaim Sesuai HPL

Serangan Rudal Iran: Muncul laporan serangan rudal Iran yang menyasar Kuwait dan Bahrain.

Serangan Balasan AS: Militer AS dilaporkan melancarkan serangan ke Pulau Qeshm milik Iran di dekat Selat Hormuz.

Agresi Israel: Israel terus memperluas operasi militer di wilayah Lebanon selatan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akut pasar terkait potensi gangguan pasokan energi global dan lonjakan harga minyak mentah dunia.

  1. Suku Bunga The Fed Berpotensi Tertahan Tinggi (Higher for Longer)
BACA JUGA:  Atasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, Polres Anambas Pasok 20 Ton Air ke RSUD hingga Tempat Ibadah

Selain faktor perang, ekonomi domestik AS yang tangguh membuat bank sentral AS (The Fed) diprediksi enggan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Pasar Tenaga Kerja Kuat: Laporan ADP mencatat sektor swasta AS menambah 122.000 lapangan kerja pada Mei, melampaui ekspektasi ekonom.

Inflasi Jasa Melonjak: Survei Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan biaya yang dibayar bisnis jasa AS melonjak ke level tertinggi sejak 2022, dipicu mahalnya harga komoditas dan minyak bumi.

BACA JUGA:  Gelar Peluncuran Nasional di NDP Batam, Kemenkomdigi Incar Lulusan Tembus Pasar Dunia