“Bhabinkamtibmas tidak hanya menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga dituntut peka terhadap kondisi sosial warga di wilayah binaannya,” ujarnya.
Kehadiran polisi dengan pendekatan humanis ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah seorang warga mengungkapkan rasa haru dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan.
“Kami merasa tidak sendiri. Polisi datang bukan hanya sebagai petugas, tetapi dengan ketulusan untuk membantu kami yang sedang membutuhkan,” ucapnya.
Bakti sosial tersebut berakhir sekitar pukul 12.00 WIB dalam suasana penuh keakraban. Meski sederhana, aksi ini meninggalkan makna mendalam bagi warga setempat—bahwa Polri di Anambas bukan sekadar simbol negara, melainkan sahabat masyarakat yang hadir di saat paling dibutuhkan.
Di pulau terluar negeri, di tengah keterbatasan, kepedulian semacam inilah yang memperkuat kepercayaan publik dan menjadikan kehadiran polisi terasa nyata, dekat, dan manusiawi.













