Janji mereka disambut dengan kesetiaan, harapan, dan dukungan dari masyarakat. Pemimpin dan rakyat harus selalu bersatu, sebagaimana mata hitam dan mata putih yang tidak terpisahkan.
Pemimpin yang bijaksana adalah contoh bagi rakyat, tempat bertanya dan mengadu, serta berperan dalam menegakkan janji dan menciptakan perdamaian.
Tetesan air mata, warga yang hadir melihat dan menyaksikan langsung prosesi sumpah setia yang di ucapkan Rudi-Rafiq membuat Susana benar-benar menjadi hikmat.
Jadi Tonggak Penting Sejarah Peradaban Melayu Kepri
Sumpah Setia Melayu yang di ucapkan Rudi-Rafiq tersebut menjadi bagian dari ingatan bangsa Melayu dan akal budi yang terus dikenang.
“Sumpah Setia Melayu ini telah di ucapkan paslon Rudi-Rafiq, dan telah di amanahkan untuk Rudi-Rafiq yang amanah menerima sumpah ini”.
Peristiwa ini menjadi tonggak penting yang menuntun pemimpin dan rakyat Melayu untuk terus menjaga, memelihara, dan membangun kawasan ini dengan pencapaian yang gemilang.
Sejarah itu berulang. Seperti Sumpah Setia Sang Sapurba dan Melayu-Bugis, ikrar dan semangat yang sama kembali bergema di Pulau Penyengat.
Di hadapan masyarakat, keluarga, kerabat, serta pendukung dan simpatisan, Rudi-Rafiq, mengucapkan sumpah dan janji mereka.













