SingapuraZona Headline

Robot Masuk Dapur! Krisis Tenaga Kerja Mengubah Wajah Kuliner Singapura

1084
×

Robot Masuk Dapur! Krisis Tenaga Kerja Mengubah Wajah Kuliner Singapura

Share this article
Robot koki penyaji laksa di Singapura. (Foto: AFP)
banner 468x60

Sejak 1 Januari 2025, kebijakan ini sedikit dilonggarkan, memungkinkan orang dengan visa jangka panjang untuk bekerja di gerai kaki lima. Namun, solusi ini belum cukup membantu mengatasi kelangkaan tenaga kerja.

Eric Chan, pengelola gerai Nasi Lemak Aneka Mee di Ayer Rajah Food Centre, mengaku sudah mencari staf penuh waktu selama empat bulan tanpa hasil. “Banyak yang datang hanya bertahan dua hari dan tidak kembali keesokan harinya,” keluhnya.

BACA JUGA:  Menguap di Depan Kantor Walikota, Cerita Pelajar Batam yang Kehilangan Hari Minggu Demi Aksi MBG

Budaya Kaki Lima Terancam Punah

Selain masalah tenaga kerja, budaya pedagang kaki lima di Singapura menghadapi tantangan regenerasi. Banyak pemilik usaha enggan mewariskan bisnis mereka kepada anak-anak. Syed Ibrahim, pedagang generasi ketiga di Adam Road Food Centre, mengaku tidak ingin putranya melanjutkan usahanya.

“Anak saya kuliah di teknik kedirgantaraan NTU. Saya tidak ingin dia bekerja di sini. Kita lihat saja bagaimana setelah saya pensiun,” ujar Syed, yang telah menjalankan usahanya selama lebih dari 30 tahun.

BACA JUGA:  Resmi Dikuburkan, Hasil Autopsi Diana Kini Jadi Tumpuan Polisi Ungkap Misteri Kematian Mengenaskan

Robot Jadi Solusi

Putus asa dengan kondisi tenaga kerja, Ang Chip Hong memilih membeli robot dari China untuk menggantikan koki manusia di kedainya. Langkah ini mencerminkan tren yang semakin berkembang di Singapura, di mana teknologi menggantikan pekerjaan manual yang tidak lagi diminati masyarakat.