Yanti (50), seorang peternak ayam petelur dari Cemaga, mengaku senang dapat terlibat dalam program ini sebagai upaya memperkenalkan hasil peternakan lokal ke masyarakat Natuna.
“Kami saat ini mampu memproduksi sekitar 30 ribu butir telur per hari dengan kualitas yang cukup untuk memenuhi pasar di Natuna. Diharapkan ke depan, masyarakat lebih memilih produk lokal,” kata Yanti.
Selain melibatkan petani dan peternak, pasar murah ini juga menggandeng Bulog untuk menyediakan beras dengan harga stabil.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Natuna, Wan Sazali, menyebut bahwa beberapa komoditas pertanian masih didatangkan dari luar daerah tetapi tetap melalui pedagang lokal dengan harga kontributor.
“Saat ini, kita libatkan Bulog untuk menyediakan sekitar tiga ton beras. Jika stoknya kurang, akan segera diakomodir kembali oleh Bulog,” jelas Wan Sazali.
Pasar murah ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Banyak warga berharap kegiatan serupa bisa digelar lebih sering agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.













