Upaya pembentukan Kota Ranai telah dimulai sejak 2014 melalui Forum Perjuangan Masyarakat Natuna Besar (FPMNB).
Forum ini menggencarkan aspirasi masyarakat untuk mewujudkan kota otonom yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan publik.
Potensi Ekonomi dan Keamanan di Kawasan Perbatasan
Sebagai daerah perbatasan dengan Singapura, Malaysia, dan Vietnam, Ranai memiliki nilai strategis, baik dari segi ekonomi maupun pertahanan. Pengembangan Kota Ranai diharapkan dapat memperkuat kehadiran negara di kawasan perbatasan, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain itu, pembentukan kota ini juga selaras dengan strategi nasional dalam mengembangkan kawasan khusus kepulauan untuk tujuan ekonomi, keamanan, dan konservasi.
Menurut para ahli, pembentukan Kota Ranai tidak hanya memberikan otonomi lebih besar, tetapi juga mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan pelayanan publik, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dengan potensi geografis, demografis, dan ekonomi yang dimiliki, pembentukan Kota Ranai menjadi salah satu prioritas dalam desain penataan daerah ke depan.
Namun, realisasi rencana ini membutuhkan sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat untuk mengatasi tantangan moratorium dan memastikan keberlanjutan pembangunan wilayah baru.







