NasionalTekno

Pusat Data Nasional Diretas, Guru Besar Bidang IT Ini Sebut Tidak Ada yang Menjamin Sistem Pasti Aman

241
×

Pusat Data Nasional Diretas, Guru Besar Bidang IT Ini Sebut Tidak Ada yang Menjamin Sistem Pasti Aman

Share this article
Keamanan siber: (Foto: ilustrasi)
banner 468x60

“Misalnya menerapkan berbagai standar keamanan komputer yang ada, dapat mengurangi kemungkinan terjadinya pelanggaran keamanan, paling tidak mengurangi dampak jika terjadi pelanggaran keamanan. Sama kan dengan pengamanan fisik seperti mengamankan rumah atau mobil,” paparnya.

“Security governance meliputi analisa risiko apa saja yang bisa terjadi, meliputi skenario pelanggaran keamanan, aktor, probabilitas, dan dampaknya,” sambungnya.

BACA JUGA:  Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik Prabowo

Kemudian ia melanjutkan, dilakukan penanganan risiko mulai dari peralatan misalnya untuk deter, defend, dan detect, sampai ke prosedur yang harus dijalankan ketika terjadi pelanggaran keamanan misalnya peosedur tanggap darurat sampai ke pemulihan.

Rektor Universitas Pancasila ini juga memaparkan, lembaga-lembaga yang bonafide pasti punya security plan yang komprehensif, bahkan mungkin mengikuti standar-standar yang lazim.

BACA JUGA:  Misteri Puing Roket Berlogo China di Anambas: KRI Teuku Umar Evakuasi Bongkahan Raksasa ke Jakarta

“Kalau melihat kejadian dengan PDN, dan beberapa kasus sebelumnya yang pernah saya tangani, tidak adanya security plan yang baik itulah penyebab ketika terjadi pelanggaran maka tidak dapat ditangani dengan baik,” ungkapnya.

Prof Marsudi yang juga Dewan Pengarah BRIN ini mencontohkan, yang paling sering terjadi adalah tidak adanya skenario ketika terjadi peretasan dan tidak punya disaster recovery plan bahkan tidak punya business continuity plan.