“Pembangunan pelabuhan harus mampu menjawab kebutuhan konektivitas, mendukung sistem logistik nasional, serta mengoptimalkan potensi ekonomi kelautan dan perikanan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa keterbatasan infrastruktur pelabuhan masih menjadi hambatan utama dalam percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan Natuna.
Melalui kegiatan pra studi kelayakan (pre-feasibility study) tahun anggaran 2026, Pemkab Natuna mengusulkan sekitar 41 titik pelabuhan di 11 kecamatan untuk dikaji secara komprehensif, berbasis data dan kondisi geografis serta sosial masyarakat.
Secara khusus, pembangunan pelabuhan di Kecamatan Pulau Panjang dan Pulau Seluan diminta menjadi prioritas utama karena dinilai memiliki urgensi tinggi dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Pemkab Natuna berharap seluruh proses perencanaan dapat segera direalisasikan guna memperkuat konektivitas laut, meningkatkan perekonomian daerah, serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan.













