Dalam surat tersebut, ditegaskan posisi strategis Natuna sebagai wilayah perbatasan terdepan Indonesia. Dengan luas wilayah mencapai 264.198,37 kilometer persegi yang didominasi perairan, serta terdiri dari 154 pulau (27 di antaranya berpenghuni), konektivitas laut menjadi kebutuhan mendesak.
Pemkab menilai keterbatasan infrastruktur pelabuhan masih menjadi kendala utama dalam mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antar wilayah.
Melalui usulan tersebut, pemerintah daerah mendorong studi perencanaan di sejumlah titik strategis, antara lain pembangunan Pelabuhan Pulau Panjang, lanjutan pembangunan Pelabuhan Seluan, rehabilitasi Pelabuhan Selat lampa serta pembangunan pelabuhan penyeberangan Sedanau dan lainnya..
Selain itu, revitalisasi Pelabuhan Tanjung Batu dan Tanjung Bayan, rehabilitasi rambu laut di alur Pelabuhan Penagi, serta pengembangan sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) di wilayah Midai, Pulau Laut, dan Serasan juga menjadi bagian dari usulan.
Tak hanya infrastruktur utama, Pemkab Natuna juga mengusulkan pembangunan fasilitas pendukung seperti plengsengan dan ruang tunggu, khususnya untuk menunjang operasional kapal roll-on/roll-off (Ro-Ro).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Cen Sui Lan menegaskan bahwa pembangunan pelabuhan merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat kawasan perbatasan.













