BatamZona Headline

Proyek Penimbunan DAS Baloi Batam Bikin Bingung: Taman Mewah, Sungai Hilang

1170
×

Proyek Penimbunan DAS Baloi Batam Bikin Bingung: Taman Mewah, Sungai Hilang

Share this article

Penataan DAS Baloi yang menyempit dengan dibangun taman dipertanyakan kajian teknis dan urgensinya di tengah fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) Baloi yang harusnya dinormalisasi yakni dikeruk kembali dan dilebarkan seperti semula, usai ditimbun dengan material proyek apartemen milik PKP.

Penampakan desain penataan DAS Baloi dengan dibangun taman. Warga bertanya untuk kepentingan siapa? (Foto: ist)
banner 468x60
Penimbunan DAS dan pembangunan jalan di samping Apartemen Baloi. (Foto: ist)

“Dibangun taman, tapi sungainya jadi kecil. Kalau dilihat dari lokasi dan desainnya, kayaknya taman itu cuma untuk pemilik apartemen. Sementara kami, warga sekitar, justru khawatir akan banjir,” ungkap Ade.

Sebelumnya, Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra telah meninjau langsung lokasi proyek penataan DAS Baloi pada 8 Maret 2025 lalu. Mereka mengklaim bahwa penataan kawasan ini bertujuan mengurangi risiko banjir dan menambah nilai estetika kota.

BACA JUGA:  Setor Rp400 Juta untuk 2 Titik SPPG Batam, Warga Malah Jadi Korban Penipuan

“Kita ingin merapikan kawasan ini agar menjadi ruang publik yang nyaman. Nantinya akan menjadi taman kota yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Amsakar di lokasi.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, bahkan menyebut kawasan ini akan disulap menjadi tempat wisata yang instagramable. Ia menegaskan bahwa estetika menjadi bagian dari pembangunan Batam yang lebih modern dan ramah publik.

BACA JUGA:  Lawan Putusan Bebas, Kejari Lingga Resmi Ajukan Banding Kasus Jembatan Marok Kecil

Namun janji tersebut justru memunculkan kekhawatiran baru. Di tengah pernyataan estetika dan keindahan, publik mempertanyakan apakah fungsi dasar sungai sebagai jalur air dan pencegah banjir masih menjadi prioritas.

Sungai ditimbun untuk bikin jalan di Samping Apartemen Baloi.

Kawasan di sekitar Apartemen Permata Residence memang menjadi pusat penataan. Keterlibatan pihak pengembang apartemen dalam rencana penataan menimbulkan spekulasi bahwa proyek ini lebih menguntungkan kawasan elite dibanding masyarakat umum.