Mereka melempar sebilah bambu untuk pegangan rekan lainnya yang lemas. Cece mengatakan sekitar 4 orang terjun ke waduk saat itu, termasuk Tsaqif, dua temannya yang coba menyelamatkan dan seorang dosen.
Tsaqif Mahasiswa Semester 3 Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Sarjana Terapan (D4) Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan itu akhirnya raib di tengah tenangnya Waduk Greenland yang keruh itu.
“Saat itu coba hubungi orang tua dan lainnya. Saya akhirnya telpon polisi. Lalu mereka datang mencari,” kata Cece.
Pencarian nihil dilanjutkan pagi
Hingga malam, pencarian Tsaqif tak membuahkan hasil. Tangis pilu sang ibu terdengar memecah hiruk pikuk warga dan rekan-rekannya yang ramai berada di bibir waduk menyaksikan Tim SAR melakukan pencarian.
Sang ibu tampak ditenangkan oleh beberapa kerabat lainnya. Sementara Ayah Tsaqif terlihat histeris dan lunglai. Anaknya tak kunjung ditemukan hingga Pukul 23.00 WIB.
Dua perahu karet dan satu perahu kecil polisi mondar-mandir di sekitar area. Beberapa penyelam juga sempat turun. Namun kondisi yang sudah gelap ditambah air waduk yang keruh kekuningan itu cukup sulit untuk melakukan pencarian. Tim SAR bahkan menggunakan sejumlah alat canggih seperti Aqua Eye hingga Eco Sounder namun masih nihil hasil.













