Hal senada disampaikan Yola Destria, pelanggan daya 3.500 VA asal Sekupang. Ia berharap agar tidak ada lagi pemadaman mendadak dan pelayanan pelanggan diperbaiki.
“Kami bisa berhemat, tapi PLN juga harus jaga keandalan listrik. Jangan ada mati lampu mendadak. Kalau pun terjadi, segera tangani,” tegasnya.
PLN Batam menjelaskan bahwa kebijakan ini sesuai dengan instruksi pemerintah dan mempertimbangkan tiga faktor utama: kurs rupiah, harga energi primer, dan tingkat inflasi. Penyesuaian ini penting untuk memastikan keandalan dan keberlanjutan pasokan listrik.
Masyarakat bisa melakukan simulasi tarif secara mandiri dan mengakses informasi melalui Contact Center 0778-5702-123 atau posko pengaduan di seluruh kantor UP3.
“Tagihan yang dibayar bulan ini masih berdasarkan pemakaian Juni. Jadi, jika ada lonjakan tagihan, kemungkinan besar karena konsumsi naik, bukan tarif,” tambah Sekretaris Perusahaan PLN Batam.
PLN Batam menutup diskusi publik dengan ajakan kepada seluruh pelanggan untuk terus mengikuti informasi resmi dan memahami mekanisme penyesuaian tarif secara menyeluruh.
“Kami ingin menciptakan pelayanan kelistrikan yang transparan, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Batam,” pungkasnya.













