Lebih lanjut, ia mengajak kaum ibu di lingkungan Pemkab Natuna untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai ajang melatih pengendalian diri. Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi kompas agar ASN tidak terjebak dalam godaan duniawi yang dapat merugikan orang banyak.
“Jangan sampai Ramadan berlalu begitu saja tanpa ada perubahan karakter. Mari kita langitkan doa, perbanyak baca Al-Qur’an, dan jauhi segala larangan Allah. Jika kita dekat dengan Al-Qur’an, maka kejujuran itu akan mengalir dengan sendirinya dalam setiap tugas yang kita emban,” tambahnya.
Menutup ceramahnya dengan penuh emosional, Hj. Kholijah menekankan prinsip keseimbangan hidup. Ia meminta para ASN untuk tidak mengejar dunia secara berlebihan hingga melupakan esensi pengabdian.
“Carilah akhirat, maka dunia akan mengikuti. Bekerjalah dengan niat ibadah, layani warga Natuna dengan hati yang bersih, maka keberkahan akan menyertai kehidupan dan keluarga kita,” pesannya.
Kegiatan ini diharapkan membawa dampak langsung bagi warga Natuna berupa perubahan sikap para aparatur yang lebih humanis, jujur, dan berintegritas tinggi dalam memberikan pelayanan publik, terutama selama menjalankan ibadah puasa mendatang.













