Carles (43) yang juga mengaku cemas dengan keberadaan asap putih tebal yang dihasilkan dari proses pengolahan limbah B3 dari PT BSSTEC.
“Kemarin pas anginnya kearah sini, ada beberapa anak yang mengalami sesak nafas, makanya saya berharap sekali pemerintah bisa turun dan mengeceknya langsung ke lokasi ,” pinta Carles.
“Apalagi ada dua peralatan yang belum mengantongi izin namun sudah dipergunakannya, hal ini juga yang membuat kami semakin cemas, Kami minta agar peralatan Pirolisis yang ada di PT BSSTEC untuk ditanjau ulang dan dihentikan sementara operasinya sampai memenuhi persyaratan perizinan yang berlaku di Indonesia,” tegas Carles.
Sayangnya, Simon WNA asal Singapura yang menjadi pengurus di perusahaan tersebut enggan menjawab konfirmasi yang ditanyakan Gudangberita.co.id, pasalnya pesan singkat melalui WhatsApp yag dikirimkan ke Simon tindak ada respon/dibalas, dan juga saat ditelepon menggunakan sambungan panggilan WhatsApp, juga tidak diangkat.

Sementara itu Bagian legal PT BSSTEC, Bunga yang dikonfirmasi mengaku tidak bisa memberikan statmen apa-apa terkait pertanyaan yang disampaikan Gudangberita.co.id, “maaf saya tidak bisa memberikan statmen, karena tidak ada arahan dari pimpinan, jika anda mau, anda bisa mengirimkan surat terlebih dahulu ke PT BSSTEC, agar dilayani konfirmasinya,” ungkap Bunga.












