Ia juga menambahkan bahwa selain emas dalam berbagai bentuk perhiasan, uang ringgit miliknya juga ikut digondol.
Kepastian identitas pelaku pun diperkuat dengan pencocokan nomor seri mata uang asing tersebut yang ditemukan pada tangan pelaku saat penangkapan pada 3 Maret lalu di pelabuhan.
Penyidikan kepolisian juga didukung oleh bukti digital berupa rekaman CCTV dari beberapa titik strategis di Kota Ranai.
Dalam rekaman tersebut, DN terlihat jelas melancarkan aksinya dengan mencongkel toko melalui lantai atas Apotek Sabitha, lalu melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Mio Sporty hitam.
Ironisnya, Sapuari membeberkan bahwa DN bukanlah orang asing bagi keluarganya. Pelaku merupakan tetangga dekat yang bahkan pernah dibantu modal usaha oleh korban pada masa puasa tahun 2022 silam.
“Pelaku ini tetangga saya, kenal dekat. Sering saya bantu malah. Tapi ini balasannya,” pungkasnya. Kini, pihak keluarga korban berharap penyidikan kepolisian dapat segera mengungkap keberadaan emas senilai miliaran rupiah tersebut, apakah digadaikan ke pihak lain atau dibuang untuk menghilangkan jejak.













