“Saya tidak tahu kenapa datang ke sana. Tapi saat berdiri di tepi, ada tarikan kuat… pikiran saya kosong.”
Kesaksian-kesaksian ini meyakinkan Ustaz Candra bahwa masalah di Barelang bukan hanya soal mental dan tekanan hidup. Tetapi ada “energi negatif” yang mempengaruhi kondisi batin orang-orang yang sedang rapuh.
Lonjakan kasus bunuh diri membuat Barelang menjadi perhatian serius. Sepanjang 2024, RoS mencatat 7 kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri, 6 meninggal, 1 selamat.
Tragedi ini bisa memberikan stigma “angker” melekat.
Ruqyah pertama pada 19 Juli 2024 dilakukan sebagai ikhtiar spiritual untuk menghapus aura negatif yang diyakini memengaruhi korban.
Melihat fenomena yang tak mereda, terutama setelah mendengar kembali pengakuan pasien tentang bisikan dan tarikan misterius, Ustaz Candra memutuskan jika Barelang harus diruqyah menyeluruh.
Pada 21 November 2025, ruqyah kedua digelar dengan 5.000 liter air ruqyah, truk tangki khusus untuk penyiraman trotoar jembatan hingga doa dan dzikir menyeluruh dari ujung ke ujung.
Ruqyah yang kedua juga dirangkai dengan peringatan World Suicide Prevention Day (WSPD), disertai kampanye kesehatan mental, pemasangan spanduk antibunuh diri hingga pembagian pin antibunuh diri.









