Surat bernomor 082/DISHUB/2025 tersebut menyoroti dampak besar penghentian penerbangan terhadap mobilitas masyarakat dan ekonomi lokal.
Pihak NAM Air melalui Station Manager Natuna, Yati Tatik Erawani, mengonfirmasi bahwa penerbangan akan kembali beroperasi dengan frekuensi tiga kali seminggu.
“Insyaallah, mulai 29 Mei masuk Natuna lagi. Jadwalnya tetap tiga kali seminggu,” ujarnya singkat.
Meski demikian, Tatik belum menjelaskan secara rinci alasan penghentian dan pembukaan kembali layanan tersebut.
Pihak maskapai disebut masih mempersiapkan pemberitahuan resmi kepada seluruh stakeholder terkait.
Kembalinya layanan penerbangan ini diyakini akan memberikan dampak positif pada sektor ekonomi, pariwisata, dan investasi di Natuna.
“Akses udara ini berdampak langsung pada sektor pariwisata, ekonomi, dan investasi. Ini adalah bentuk kerja bersama semua pihak untuk Natuna yang lebih maju,” tambah Cen Sui Lan.










