Gudangberita.co.id, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh masyarakat Kota Batam atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat pemadaman listrik total (blackout).
Gangguan kelistrikan ini berdampak signifikan pada merosotnya produksi air bersih hingga 70 persen di berbagai wilayah.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa padamnya arus listrik dari PLN Batam mengganggu operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP) di sejumlah lokasi strategis.
“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini. Kami mengerti betul dampak yang dirasakan masyarakat dan terus berkoordinasi erat dengan PLN Batam agar proses pemulihan berjalan cepat,” ujar Ariastuty di Batam Centre, Senin (12/10/2026).
Ia mengungkapkan, penggunaan daya cadangan genset di instalasi pengolahan air saat ini baru mampu menopang sekitar 30 persen dari total kapasitas normal. Artinya, produksi air bersih mengalami penurunan drastis hingga 70 persen.
Sejumlah lokasi WTP yang terdampak langsung antara lain: WTP Ladi, WTP Harapan, WTP Mukakuning (MK), WTP Piayu, WTP Tembesi, WTP Nongsa dan WTP Duriangkang (DK 1–5).














