Langkah ini menjadi jaminan penting agar RAL yang sempat dijadikan “samsak hidup” di rumahnya sendiri, tetap bisa tumbuh dan mendapatkan hak belajar seperti anak-anak seusianya tanpa terkendala masalah biaya atau trauma lingkungan.
Suasana di dalam ruang perawatan anak tersebut mendadak hening dan penuh haru ketika Amsakar mendekat lalu mengusap lembut kepala RAL yang saat itu dihiasi pita merah muda.
Sembari memberikan motivasi, bingkisan, serta santunan, suara orang nomor satu di Batam ini sempat bergetar menahan emosi saat mengutuk tindakan keji yang dilakukan oleh tersangka VJ (38), ibu tiri korban.
“Kami sangat menyayangkan dan mengutuk keras perbuatan yang dilakukan terhadap anak ini. Tindakan tersebut sudah di luar batas kemanusiaan dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun,” ujar Amsakar dengan mata berkaca-kaca.
Sebagaimana diketahui, kasus ini sebelumnya dibongkar oleh komunitas driver online KOMANDO Batam yang curiga dengan foto luka korban.
Korban RAL disiksa oleh ibu tirinya menggunakan sapu, kayu, hingga disundut rokok hanya karena masalah sepele kesal korban asyik bermain saat diminta menjaga adiknya.













