Selain itu, proyek ekspansi terminal kapal juga sedang dikerjakan dan ditargetkan rampung pada Agustus 2025. Hal ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pelayaran langsung dari dan ke Batam.
“Kami berharap dengan infrastruktur yang semakin lengkap, akan ada lebih banyak pelayaran langsung yang beroperasi melalui Batu Ampar. Ini akan memperkuat posisi Batam sebagai simpul perdagangan regional dan global,” tutup Jefridin.
Pelayaran langsung Batam–China ini menjadi momentum penting dalam mendorong efisiensi logistik, memangkas biaya distribusi, dan mempercepat arus barang antarnegara, khususnya ke pasar ekspor terbesar di Asia, yakni Tiongkok.







