Baca juga: Niat Cegah Stunting Malah Diare? Fakta Medis di Balik Pentol Berlendir MBG Natuna yang Viral
Dari total enam anak yang terseret arus, empat orang berhasil diselamatkan. Tiga di antaranya, yakni Ando, Fathir, dan Zafarian, berhasil dievakuasi warga dalam kondisi stabil. Satu korban lainnya bernama Radit ditemukan dalam kondisi lemas namun nyawanya masih tertolong setelah mendapat penanganan cepat.
Namun, takdir berkata lain bagi Rayyan dan Muhammad Okta Ferdinan. Rayyan ditemukan lebih awal dalam kondisi meninggal dunia, disusul oleh Okta yang menjadi korban terakhir yang dievakuasi oleh tim gabungan.
Operasi SAR ini melibatkan kerja sama lintas instansi, mulai dari Kantor SAR Natuna, Lanal Ranai, BPBD Kabupaten Natuna, TNI-Polri, hingga partisipasi aktif masyarakat setempat. Peralatan seperti LCR dan perlengkapan selam dikerahkan untuk memastikan seluruh korban ditemukan.
Baca juga: Kronologi Insiden 6 Anak Tenggelam di Pantai Piwang, Dua Meninggal Dunia
Menanggapi kejadian ini, Abdul Rahman memberikan imbauan serius bagi seluruh orang tua di Natuna. Ia menegaskan bahwa niat bermain jangan sampai berujung duka akibat kelalaian dalam pengawasan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak kita, baik itu di laut maupun tempat wisata. Jangan biarkan mereka bermain tanpa pengawasan orang dewasa. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya menutup keterangan.












