BatamSuara NetizenZona Headline

Wacana Nama Baru Simpang di Batam: Antara Marwah Melayu dan Keluhan “Ribet” Netizen

89
×

Wacana Nama Baru Simpang di Batam: Antara Marwah Melayu dan Keluhan “Ribet” Netizen

Share this article
Warga kebingungan nama jalan dan nama simpang di Batam. (Foto: Ilustrasi/AI)
banner 468x60

Beberapa usulan perubahan nama yang cukup signifikan antara lain:

Simpang Frengky diusulkan menjadi Simpang Opu Daeng Celak.

Simpang KDA diusulkan menjadi Simpang Opu Daeng Kamboja.

Simpang Pantek (yang dinilai vulgar) diusulkan menjadi Simpang Junjung Budaya.

Simpang KBC diusulkan menjadi Simpang Mahkota Alam.

LAM juga mengabadikan nama-nama mantan Wali Kota Batam seperti H. Raja Usman Deraman untuk Simpang Indomobil dan Dato’ H. Nyat Kadir untuk wilayah Tiban.

BACA JUGA:  Semarak Kemerdekaan RI ke-81, First Club Tebar 1.000 Paket Sembako Bagi Warga dan Ojol

Ketua LAM Batam, Raja Amin, menegaskan bahwa langkah ini penting agar jati diri Melayu tidak hilang tergerus arus modernisasi. LAM bahkan meminta agar penamaan baru ini nantinya disinkronkan dengan platform digital seperti Google Maps agar memudahkan wisatawan.

“Pembangunan boleh maju, teknologi boleh berkembang, tetapi jati diri Melayu tidak boleh hilang dari negeri ini,” tegas Raja Amin.

BACA JUGA:  Gurita Bisnis Narkoba THM Planet Batam: Edarkan Puluhan Ribu Ekstasi, Aset Mewah Disita