Saat ini, hanya dua maskapai yang melayani penerbangan ke Natuna, yakni Wings Air dan NAM Air. Dengan dihentikannya sementara penerbangan oleh NAM Air, kekhawatiran meningkat akan potensi kelumpuhan logistik dan terganggunya pelayanan publik di daerah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Natuna pun berharap respons cepat dari Kementerian Perhubungan RI agar akses udara tetap tersedia secara rutin dan terjadwal, guna menjaga stabilitas ekonomi serta menarik minat investor dan wisatawan ke wilayah yang strategis secara geopolitik ini.













