Di bawah tatapan para pemegang simpul ekonomi Kepri, Amsakar Achmad dipaksa mendengar lebih dekat rentetan aspirasi dan kritik konstruktif yang cukup tajam.
Mulai dari masalah penguatan SDM global hingga keruwetan administrasi yang masih menghantui iklim investasi Batam menuju 2026.
“Kami menginginkan konstruksi pemikiran bersama. Masukan dan kritik dari pelaku usaha ini harus menghasilkan formulasi kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Amsakar.
Ujian sesungguhnya bagi duet Amsakar-Li Claudia adalah membuktikan bahwa forum ini bukan sekadar lip service atau upaya mengunci dukungan politik semata.
Publik dan para pelaku industri kini menunggu, apakah setelah “dikepung” para naga bisnis ini, birokrasi Batam benar-benar akan bersih-bersih, atau tetap terjebak dalam pola lama yang menghambat akselerasi ekonomi.













