Crime Story

Dendam Berdarah di Pot Bunga Jalan Ganet: Detik-Detik Nasrun Bantai dan Mutilasi Istri

65
×

Dendam Berdarah di Pot Bunga Jalan Ganet: Detik-Detik Nasrun Bantai dan Mutilasi Istri

Share this article
Ilustrasi Nasrun DJ saat diamaankan polisi.
banner 468x60

Potongan Kaki: Dimasukkan ke sarung biru, diikat tali rafia, lalu dinaikkan ke atas sepeda motor BP 3015 TY.

Dengan santai, Nasrun membonceng potongan kaki istrinya menembus sore Tanjungpinang menuju sebuah rumah kosong di Jalan Sultan Sulaiman, Kampung Bulang.

Di sana, potongan kaki tersebut dilempar ke dalam lubang tanah dan ditutupi dedaunan pisang kering.

BACA JUGA:  Abu di Bawah Jembatan Enim III: Kisah Tragis Ayu dan Cinta Lama yang Membakar Habis Masa Depannya

Teriakan Histeris sang Anak Kandung

Rencana penutupan jejak itu runtuh sekira pukul 17.30 WIB ketika Rizki Nur Tsania, anak kandung mereka, pulang bekerja. Kecurigaan Rizki memuncak saat melihat bercak darah di sandaran kursi meja makan dan gulungan tali rafia yang coba disembunyikan sang ayah.

Langkah kaki Rizki menuju gudang yang tak terkunci menjadi awal terbongkarnya tabir keji tersebut. Saat lembaran triplek diangkat, Rizki mendapati karung berdarah yang membungkus jasad ibunya.

BACA JUGA:  Terancam Hukuman Mati, Nasrun Terdakwa Mutilasi Istri di Tanjungpinang Jalani Lanjutan Sidang

Jeritan histeris Rizki memecah ketenangan perumahan. Nasrun yang panik sempat mengayunkan balok kayu hendak menyerang anak kandungnya sendiri, sebelum akhirnya digertak oleh tetangga dan melarikan diri menembus kegelapan malam, meninggalkan pengakuan singkat yang merindingkan bulu kuduk: “Saya sudah membunuh Buk Lena…”

Kini, riwayat perjalanan kasus ini berlabuh di Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Hasil penelusuran forensik RSUD Raja Ahmad Tabib mengonfirmasi kehancuran fisik korban akibat kombinasi kekerasan tumpul yang mematahkan rahang dan tulang wajah, serta sabetan senjata tajam yang memutilasi kakinya.