Crime Story

Dendam Berdarah di Pot Bunga Jalan Ganet: Detik-Detik Nasrun Bantai dan Mutilasi Istri

64
×

Dendam Berdarah di Pot Bunga Jalan Ganet: Detik-Detik Nasrun Bantai dan Mutilasi Istri

Share this article
Ilustrasi Nasrun DJ saat diamaankan polisi.
banner 468x60

Kata-kata itu menjadi pemantik peledak amarah Nasrun. Tanpa ucapan balasan yang panjang, ia bangkit dari kursi, melangkah dingin menuju pintu depan, dan mengambil kayu 55 cm yang sudah disiapkannya di pot bunga.

“Jangan hina saya lagi karena saya ini suamimu, nanti kupukul mulutmu dengan kayu ini!” gertak Nasrun.

“Pukullah!” tantang Hersalena.

BACA JUGA:  Abu di Bawah Jembatan Enim III: Kisah Tragis Ayu dan Cinta Lama yang Membakar Habis Masa Depannya

Satu hantaman keras melayang tepat ke belakang telinga korban. Hersalena ambruk. Tanpa belas kasihan, Nasrun mengeksekusi istrinya dengan pukulan beruntun ke kepala belakang hingga darah segar membanjiri lantai.

Setelah memeriksa urat nadi tangan kanan korban dan memastikan tak ada lagi denyut kehidupan, Nasrun bertindak lebih jauh.

Mengetahui tubuh korban yang lunglai terlalu berat untuk diangkat utuh ke atas motor Supra X miliknya, Nasrun mengambil jalan paling mengerikan. Ia menuju dapur, meraih bilah parang dan sebuah talenan kayu.

BACA JUGA:  Terancam Hukuman Mati, Nasrun Terdakwa Mutilasi Istri di Tanjungpinang Jalani Lanjutan Sidang

Di lantai rumah yang berdarah, ia membakar semua rasa kemanusiaannya. Paha kiri dan kanan korban diganjal talenan, lalu disayat dan dipotong hingga kedua kaki Hersalena terpisah dari tubuhnya.

Nasrun membagi jasad istrinya menjadi dua paket:

Tubuh Utama: Dibalut kain sarung cokelat dan karung goni, diseret ke dalam gudang rumah lalu ditimbun lembaran triplek putih.