“Berdasarkan keterangan tenaga medis, dua korban anak dinyatakan meninggal dunia, sementara satu korban dewasa masih dalam perawatan intensif,” ujar AKP Erwan Tony dengan nada prihatin.
Kehilangan dua anak sekaligus dalam satu waktu menjadi pukulan berat bagi masyarakat setempat. Jembatan Kelanga yang biasanya ramai lalu lalang warga kini menjadi saksi bisu dari sebuah tragedi yang tak terbayangkan sebelumnya.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya pengawasan orang tua terhadap keselamatan anak di jalan raya. Polisi menekankan bahwa memberikan izin kepada anak di bawah umur untuk mengendarai motor bukan bentuk kasih sayang, melainkan potensi bahaya yang mematikan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami memohon kepada orang tua agar tidak membiarkan anak di bawah umur berkendara. Jangan sampai ada lagi mimpi buruk seperti ini terulang kembali,” tegas AKP Erwan.
Selain faktor usia, kepolisian kembali mengingatkan pentingnya penggunaan helm standar demi melindungi nyawa, sekalipun dalam perjalanan jarak dekat. Hingga saat ini, pihak Satlantas Polres Natuna masih mendalami penyelidikan dengan mengamankan barang bukti dan melakukan olah TKP di lokasi kejadian.













