“Jika ingin melakukan variasi menu sah-sah saja. Namun tidak boleh mengurangi standar takaran serta kualitas gizi yang diberikan kepada anak-anak. Ini yang diberikan hanya tiga potong kecil kentang, pastinya tidak sebanding dengan seporsi nasi. Satu lagi, jika pengolahan kentang itu dibuat seperti crispy seperti di restoran cepat saji mungkin anak-anak lebih tertarik,” lanjutnya.
Ia menegaskan, Disdik Kota Batam akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar program ini berjalan dengan baik, sehingga tidak ditemukan lagi adanya keluhan di lapangan.
“Kita sudah meminta agar hal ini tidak terjadi lagi. Jangan sampai porsinya kurang, apalagi sampai basi. Harapan kita, anak-anak harus mendapatkan makanan MBG yang enak, bergizi dan posrinya cukup, sehingga bisa melahirkan anak-anak yang cerdas demi kemajuan bangsa,” tegas Hendri.
Uji Coba Tak Sesuai Ekspektasi
Kapikcam MBG Batuaji, Chantika Afrilia, menilai masalah utama menu kentang itu bukan hanya pada variasi, melainkan takaran gramasi yang salah. Anak-anak, minimal 100 gram kentang per porsi atau sekitar tujuh potong. Sedangkan untuk orang dewasa 150–200 gram.
“Yang kemarin porsinya di bawah standar, jadi wajar kalau orang tua menilai tidak layak. SPPG di Batuaji memang baru berjalan, sehingga masih ada kekeliruan dalam menghitung gramasi. Dari sisi pengolahan sebenarnya sudah benar, hanya perhitungan gramasi yang salah. Jadi lebih ke porsi yang tidak sesuai,” tambahnya.













