Gudangberita.co.id, Batam – Tragedi kebakaran hebat mengguncang kawasan industri galangan kapal PT ASL Shipyard di Tanjung Uncang, Kota Batam, Selasa (24/6/2025). Lima pekerja dilaporkan tewas, dan tiga lainnya mengalami luka bakar serius akibat ledakan saat proses perbaikan kapal tanker FEDERAL II yang sedang docking.
Di balik insiden maut ini, muncul dugaan kelalaian fatal dalam prosedur keselamatan kerja, khususnya terkait proses tank cleaning sebelum pengelasan dilakukan.
Menurut informasi eksklusif yang diperoleh Gudangberita, kebakaran disinyalir dipicu oleh pelanggaran prosedur keselamatan standar dalam pekerjaan pengelasan di dalam tangki minyak kapal.
Seorang sumber internal mengungkapkan bahwa tangki yang dikerjakan belum sepenuhnya dalam kondisi free oil dan free gas, dua syarat utama sebelum melakukan pengelasan untuk mencegah risiko ledakan.
“Ini murni kelalaian. Prosedur pengelasan harus dilakukan setelah tangki dibersihkan dari sisa minyak dan gas. Tapi tangki yang terbakar itu masih ada minyaknya. Diduga ada manipulasi pada proyek tank cleaning, yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu oleh Superintendent kapal,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Dua Superintendent yang bertanggung jawab dalam proyek ini disebut berasal dari luar negeri, yakni Mr. Av dan Mr. Ab, diduga berasal dari India.













