Terkait dengan dana yang digelontorkan oleh klub “Y” untuk mengatur jalannya pertandingan di Liga 2 selama periode 2018, Irjen Asep mengungkapkan bahwa jumlahnya mencapai Rp800 juta.
“Sampai saat ini, terdata sekitar Rp800 juta, meskipun menurut pengakuan mungkin bisa mencapai lebih dari 1 miliar. Namun, yang terdata sesuai fakta yang kami peroleh adalah sekitar 800 juta,” kata Irjen Asep.
PSS Sleman Klub Promosi Liga 2 Tahun 2018 dan Bermain di Liga 1
Sebagai informasi tambahan, pada periode 2019, tiga klub di Liga 2, yaitu Kalteng Putra, Semen Padang, dan PSS Sleman, berhasil promosi ke Liga 1 untuk mengikuti kompetisi. Dalam periode itu, PSS Sleman berhasil juara Liga 2 usai menaklukan Semen Padang dengan skor 2-0.
Jika merujuk pada ungkapan Ketua Satgas, klub yang terlibat match fixing dan saat ini bermain di Liga 1 adalah PSS Sleman. Karena Semen Padang dan Kalteng Putra saat ini bermain di Liga 2.
Satgas Antimafia Bola Polri telah menetapkan delapan tersangka dalam kasus ini. Di antaranya, VW, mantan pemilik salah satu tim sepak bola, dan DR, seorang pengurus dari klub yang terlibat dalam praktik pengaturan skor.
Sementara itu, enam tersangka lainnya memiliki peran masing-masing dalam pelaksanaan skema pengaturan pertandingan ini, termasuk penghubung wasit, kurir pengantar uang, wasit tengah, asisten wasit, dan wasit cadangan.








