Kemunculan buaya empat meter ini langsung membangkitkan trauma masa lalu warga.
Berdasarkan penuturan masyarakat setempat, wilayah mereka sudah beberapa kali menelan korban jiwa akibat serangan buaya muara.
Beberapa warga pernah menjadi korban terkaman predator ini. Bahkan, ada korban yang hingga kini jasadnya hilang dan tidak pernah ditemukan sama sekali.
“Dulu pernah ada beberapa korban, bahkan ada yang hilang dan tidak ditemukan sama sekali,” tambah warga tersebut dengan nada cemas.
Hingga berita ini diturunkan, buaya muara tersebut masih berada di area parit dan pemukiman, menciptakan teror psikologis bagi warga yang ingin beraktivitas. Karena belum ada tindakan evakuasi dari instansi terkait, warga berinisiatif saling menjaga keamanan secara mandiri.

Masyarakat Desa Sungai Pinang sangat berharap pihak terkait, segera turun ke lapangan untuk mengevakuasi buaya tersebut sebelum jatuh korban baru.






