
“Saya divonis tidak bisa berjalan lagi dan harus menggunakan kursi roda. Siapa yang mau nasib kayak gini,” ucapnya.
Namun ia tak patah arang. Pengobatan alternatif pun akhirnya ia tempuh agar bisa kembali berjalan dan bekerja.
“Itu jalan tengah yang saya ambil. Dengan pengurutan. Namun puji tuhan.. saya udah mulai bisa berdiri dan jalan. Kaki saya ini kan mati total sebelah kiri,” ungkapnya.
Yakob hanya berharap mendapat santunan dan bantuan yang lebih manusiawi terhadapnya. Apalagi proyek yang ia kerjakan termasuk proyek besar yang dikerjakan BP Batam.
Sebelumnya ia sempat dibantu untuk penginapan di RS Awal Bros dan operasi kecil di kepala. Hanya saja tentunya hal itu belum cukup bagi Yakob yang berjuang dengan cidera mengerikan yang ia alami.













