Faktor Kepemimpinan: Di saat banyak komandan militer berpangkat rendah menolak melapor ke pangkalan karena takut jadi target, sosok Ahmadinejad dianggap mampu menjadi “titik temu” bagi faksi-faksi yang bertikai.
Krisis Konstitusi: Majelis Pakar Iran saat ini tidak bisa bersidang karena ancaman serangan udara, membuat penunjukan pemimpin tertinggi secara legal menjadi mustahil.
“Struktur keamanan Iran sedang tidak stabil. Rantai komando terganggu, dan koordinasi operasional menghadapi hambatan serius,” ungkap sumber anonim.
Dengan lumpuhnya sebagian besar komando militer dan keengganan personel melapor ke pusat-pusat militer, figur sipil yang memiliki kedekatan dengan militer seperti Ahmadinejad diprediksi akan memainkan peran krusial dalam manajemen krisis beberapa hari ke depan.
Dunia kini menanti, apakah Ahmadinejad akan muncul ke publik untuk menenangkan massa, atau justru menjadi target berikutnya dalam perburuan tokoh-tokoh kunci Iran oleh intelijen asing.













