BatamBreaking NewsZona Headline

Limbah Hitam Cemari Pantai Batam, Tanker Bocor atau ‘Penyakit’ Musiman?

191
×

Limbah Hitam Cemari Pantai Batam, Tanker Bocor atau ‘Penyakit’ Musiman?

Share this article
Pantai Kampung Melayu Kota Batam tercemar limbah minyak hitam.
banner 468x60

Sementara itu, seperti diketahui, musim-musim ‘angin utara’ pantai di Perairan Batam dan Bintan secara rutin ‘disambangi’ sludge oil atau minyak hitam yang hingga berpuluh tahun lalu tak ada solusi penanganannya dari pemerintah.

Saat ini tak hanya di Perairan Nongsa namun juga di Perairan Batu Ampar, Tanjunguncang hingga pantai di Bintan yang tengah didatangi sludge oil. Ini pun bukan sesuatu hal yang baru, namun rutin terjadi setiap tahun.

BACA JUGA:  Warga Pantai Melayu Mengaku Terintimidasi Tim Terpadu Saat Libur Maulid Nabi Terkait Proyek Sekolah Merah Putih

Kawasan Pantai Nongsa misalnya, punya track record tercemar limbah rutin ini. Bahkan limbah juga pernah mencemari Kawasan Wisata Pulau Putri seperti yang terjadi pada 2021 lalu.

Sedangkan di Bintan, pantai-pantai yang selama ini dihantui sludge oil tiap tahun, sebut saja Pantai Lagoi, Pantai Sakera, Pantai Pengudang, Pantai Berakit, Pantai Trikora dan Mapur.

BACA JUGA:  Pemko Batam Beri Klarifikasi Foto Wali Kota Bersama Yuwanky: Diambil Saat MoU Pasar Induk Jodoh Maret 2026

Limbah musiman ini biasanya disinyalir akibat aktivitas tank cleaning di perairan lepas pantai (OPL) antara Indonesia dan Singapura. Lagi-lagi hal itu sebatas dugaan.

Anehnya, kenapa di Pantai Malaysia, Singapura tak pernah terdengar hal serupa? Apakah memang disetting, jika pada musim angin ke arah Indonesia (Kepri) barulah tank cleaning dilakukan tanker-tanker di lepas pantai negara jiran? Ini yang perlu diusut tuntas.

BACA JUGA:  Merawat Marwah Pers dan Etika Publik: PWI dan SMSI Kepri Minta Insan Pers Sikapi Pernyataan Wawako Li Claudia dengan Bijak dan Profesional