Setengah putus asa, Afsal bercerita bahwa dirinya ditolak masuk ke Indonesia meski tahu bahwa dirinya telah dirampok. Dirinya dipulangkan ke Malaysia pada tanggal 9 Juli.
“Mereka tidak memberi saya surat kehilangan dari polisi yang menyatakan bahwa saya dirampok atau kontak mereka untuk tahu bagaimana kelanjutan kasus ini,” ujarnya.
Afsal bercerita bahwa dirinya datang ke Malaysia untuk wawancara kerja. Ia ingin berlibur ke Batam sebentar sementara menunggu hasil wawancara kerja.
Saat ditemui, pria ini sedang menunggu proses pembuatan paspor darurat dari Kedutaan Besar India di Kuala Lumpur. Ia diharuskan kembali ke India saat paspornya keluar nanti.
“Saya bingung harus mengadu ke mana. Saya berharap bisa kembali ke Indonesia saat paspor saya selesai di India. Saya berharap bisa mendapat pertolongan dari polisi Indonesia,” katanya.
Sebelum berpisah, Afsal membagikan bukti perampokan yang dialaminya berupa foto dan video.
Ia juga curhat bahwa nasib wawancara kerjanya ikut berantakan. Perusahaan Malaysia menilai bahwa dirinya tidak serius dan ditolak kerja sesuai dengan prosedur karena kehilangan dokumen berupa paspor.
“Saya benar-benar putus asa,” curhatnya sedih.













