Organisasi itu juga mempertanyakan keberadaan tim keamanan PT MEG yang bertindak agresif meski proyek Rempang Eco City belum memasuki tahap konstruksi.
“Apakah mereka benar karyawan? Atau justru preman yang ditempatkan untuk menekan warga?” ungkap perwakilan YLBHI dalam rilisnya.
Keberpihakan aparat juga menjadi sorotan. Saat warga mengalami luka akibat serangan, laporan mereka diabaikan.
Namun ketika warga bertindak untuk mempertahankan diri, mereka langsung dijadikan tersangka.“Kalau warga yang melukai, langsung ditangkap. Tapi kalau kami yang dipukul sampai berdarah, polisi hanya diam,” keluh Siti Hawa.













