Batam harus puas di posisi kedua meskipun tetap menjadi motor ekonomi utama di Kepri. Skor 4,04 menunjukkan bahwa meski unggul secara infrastruktur fisik, Batam masih perlu memperkuat aspek-aspek lain dalam daya saing agar lebih komprehensif.
Sementara itu, Kabupaten Karimun menyusul di peringkat ketiga dengan skor 3,87, membuktikan bahwa daerah ini mulai menunjukkan kemandirian ekonomi yang signifikan.
Pergeseran peringkat ini diharapkan menjadi sinyal bagi daerah lain di Kepulauan Riau untuk terus berinovasi.
Dengan skor IDSD yang tinggi, sebuah daerah menunjukkan kualitas pembangunan yang lebih baik, lebih kompetitif, dan memiliki daya tarik yang kuat bagi pertumbuhan masa depan yang berkelanjutan.













