Gudangberita.co.id, Batam – Persoalan air bersih yang kerap dikeluhkan masyarakat Batam menjadi perhatian serius pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam terpilih, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra.
Dalam upaya mencari solusi, keduanya bertemu jajaran manajemen PT Air Batam Hilir (ABH) yang bertanggung jawab atas pengelolaan air bersih di kota ini.
“Kami ingin meninjau langsung kondisi dan upaya yang telah dilakukan PT Moya (PT ABH, red), mengingat kompleksitas masalah pelayanan air bersih di Batam,” kata Amsakar usai pertemuan yang digelar pada Senin (15/12/2024).
Dalam pertemuan itu, hadir pula anggota DPRD Batam Hendra Asman. Rombongan disambut oleh Direktur Utama PT ABH Mujiaman, Direktur Operasional Jefry Maulidani, dan Direktur PT Air Batam Hulu Sutopo.
Tantangan Air Baku di Tengah Lonjakan Penduduk
Direktur Utama PT ABH, Mujiaman, mengungkapkan tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan air bersih di Batam. Menurutnya, pertumbuhan penduduk Batam yang pesat tidak sebanding dengan ketersediaan air baku yang stagnan.
“Grafik menunjukkan lonjakan penduduk, sementara kapasitas ketersediaan air baku tidak bertambah. Ini menjadi tantangan besar bagi kami,” ujar Mujiaman sambil mempresentasikan data terkait kondisi terkini.













