harris
NasionalZona Headline

Kontroversi Paskibraka Istana Diminta Lepas Jilbab

295
×

Kontroversi Paskibraka Istana Diminta Lepas Jilbab

Share this article
Anggota Paskibraka putri di tingkat nasional diminta lepas jilbab saat pengukuhan dan upacara kenegaraan 17 Agustus. Jadi sorotan publik. (Antara Foto)
banner 468x60

“Di luar acara pengukuhan Paskibraka dan pengibaran sang merah putih pada upacara kenegaraan, Paskibraka putri memiliki kebebasan penggunaan jilbab dan BPIP menghormati hak kebebasan tersebut. BPIP senantiasa taat dan patuh pada konstitusi,” ujar Yudian dalam konferensi pers, Rabu (14/8).

Ormas Islam kecam aturan BPIP

Beberapa organisasi masyarakat (ormas) Islam mengecam aturan BPIP tersebut. Salah satunya, PP Muhammadiyah.

BACA JUGA:  Skandal Penyadapan HP Presiden Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Resmi Jadi Tersangka Keempat, Susul Listyo Sigit Cs

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyesalkan larangan itu. Menurut Mu’ti, seharusnya tak ada larangan bagi perempuan manapun untuk memakai jilbab. Mu’ti menyebut larangan itu sebagai model pemaksaan. Dia mendesak pencabutan larangan tersebut.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur juga meminta agar aturan yang mengharuskan putri anggota Paskibraka melepas jilbab harus dikoreksi, karena tak relevan.

BACA JUGA:  Babak Baru Kasus Karhutla: Polri Tetapkan 11 Korporasi Tersangka, 3 Berstatus Modal Asing

Gus Fahrur menekankan kebebasan beragama mutlak harus dihormati semua pihak. Baginya, penggunaan jilbab sama sekali tidak mengurangi estetika dan kekompakan pasukan Paskibraka.

Senada, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah Cholil Nafis protes keras terkait dugaan pelarangan penggunaan jilbab bagi Paskibraka perempuan itu. Cholil menilai dugaan pelarangan jilbab itu sebagai bentuk kebijakan yang tidak Pancasilais.

BACA JUGA:  Bocor Halus Trunojoyo: Keberanian 1 Petugas Internal yang Sukses Seret 3 Jenderal Aktif Jadi Tersangka