“Mereka kehabisan oksigen dan mereka mengembuskan karbon dioksida,” ungkap Marquet.
Lebih lanjut, dia mengatakan kapal selam punya “kemampuan terbatas” untuk menyerap karbon dioksida yang dikeluarkan. Jika karbon dioksida dalam jumlah tinggi bisa memicu sakit kepala, kebingungan, dan mual.
“Oksigen dan karbon dioksida serta pembekuan adalah apa yang harus mereka pertahankan selama mungkin untuk memberikan waktu yang dibutuhkan penyelamat,” ucap Marquet.
Namun, meski persediaan oksigen menipis, tim penyelamat optimis bisa menemukan kapal Titan.
Kapal Titan memulai perjalanan dari lepas pantai St John Newfoundland, Kanada pada Minggu. Usai menyelam selama satu jam 45 menit di kedalaman sekitar 900 mil kapal itu hilang kontak.
Hingga kini pencarian terus dilakukan bahkan kian intensif. Amerika Serikat dan Kanada sampai-sampai turut mengerahkan tim guna menyelamatkan penumpang.
Sejauh ini, area pencarian mencakup lebih dari 25.900 kilometer persegi.













