“Saat itu saya hanya mencoba menolong dan membawa ke rumah sakit, ia tampak masih merespon,” ucap Bobby.
Windi, warga Marina, Kecamatan Sekupang tersebut malam itu mengendarai Honda Beat bernopol BP 4055 HH.
Pelaku yang menabrak Windi bukanlah pebalap liar seperti yang tersiar di sosial media. RM seorang remaja 15 tahun yang mungkin tidak menyangka bahwa malam itu, satu nyawa akan melayang karena kendaraannya.
RM mengendarai sepeda motor Mio berwarna hitam bernomor polisi BP 5519 CE. Ia pun harus mendapat perawatan intensif.
Polisi memang masih menyelidiki kecelakaan ini, tetapi tak ada yang bisa mengembalikan seorang ibu kepada anaknya.
Windi telah dimakamkan, meninggalkan keluarga yang kini kehilangan sandaran hidup. Kepergiannya mengingatkan kita akan betapa berharganya nyawa manusia—dan betapa seringnya kita menjadi saksi bisu di jalanan.













