“Hadirkan negara secara nyata melalui pelayanan prima. Setiap pelayanan yang diberikan kepada jemaah adalah wajah negara,” tegas Gus Menhaj.
Melalui program diklat yang bersifat semi-militer dan melibatkan instruktur TNI–Polri, Kementerian Haji dan Umrah memastikan kesiapan fisik, mental, dan etika seluruh petugas haji sebelum diterjunkan ke lapangan.
Sementara itu, Saibansah Dardani usai pengukuhan mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang diberikan negara kepadanya. Ia menilai diklat selama 20 hari menjadi pengalaman berharga yang memperkuat disiplin, ketahanan fisik, serta semangat pengabdian.
“Alhamdulillah, setelah menjalani diklat saya justru merasa tubuh semakin sehat dan bugar. Setiap hari rata-rata menempuh 15 hingga 20 ribu langkah,” ujar Saibansah yang akrab disapa Cak Iban.
Ia menambahkan, diklat semi-militer tersebut jauh dari kesan menakutkan. Kebersamaan dengan peserta dari berbagai daerah, latar belakang profesi, dan budaya justru menciptakan suasana penuh semangat.
“Kami gembira, mendapat teman-teman baru dari seluruh Indonesia. Lingkungannya sangat membangun dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai pelayan jemaah,” tutupnya.
Dengan pengukuhan ini, Saibansah Dardani diharapkan mampu menjalankan peran sebagai petugas haji nasional secara profesional, sekaligus membawa nama baik Kepulauan Riau dan insan pers Indonesia dalam pelayanan ibadah haji 2026.













