Menjaga Marwah Pers Batam
PWI Batam tidak akan pernah menjadi benteng perlindungan bagi kepala sekolah yang korup. Jika ada bukti penyelewengan dana pendidikan, dorong ke proses hukum. Namun, PWI Batam juga tidak akan tinggal diam melihat profesi mulia ini dijadikan alat pemerasan.
Ketika setiap pertanyaan pers berujung pada transaksi finansial, kita sedang membiarkan lahirnya budaya merusak: Ditanya -> Dituduh -> Takut -> Memberi.
Jika pola “ATM” ini dibiarkan, korban utamanya bukan hanya kepala sekolah, melainkan runtuhnya kepercayaan publik terhadap institusi pers secara keseluruhan. Masyarakat akan memandang pers tak ubahnya kelompok pendaulat yang mencari keuntungan di balik masalah orang lain.
Pemberantasan korupsi dan penegakan transparansi di dunia pendidikan tidak membutuhkan sosok wartawan yang ditakuti karena ancamannya, melainkan wartawan yang disegani karena integritas dan kebenaran faktanya.













